Langsung ke konten utama

Ternyata Ini Deretan Tokoh Sastrawan Melegenda yang Berasal dari Sumatera Utara


Ternyata ada beberapa deretan para Sastrawan hebat dan melegenda yang lahir atau pun berasal dari Sumatra Utara, loh. 

Pasti bangga dong bagi kalian termasuk saya yang juga lahir di pulau ini, apalagi bagi penduduk aslinya.

Para Sastrawan yang saya tulis di sini,  kebanyakan memang dari angkatan pujangga baru

Jadi ceritanya, kelompok sastrawan itu dibagi-bagi sesuai angkatannya. 

Mulai dari angkatan balai pustaka sampai pada angkatan pujangga baru dan seterusnya.

Langsung saja, yuk!

1. Sutan Takdir Alisyahbana
Pic by Wikipedia


Nama beliau biasa disingkat menjadi STA. STA ini lahir pada tanggal 11 Februari 1908 di Mandailing Natal, Tapanuli, Sumatera Utara. 

Sang sastrawan angkatan pujangga baru ini juga pernah mengeyam pendidikan di HIS, HKS Bandung,dan juga belajar di Hoofdaste, namun sayangnya tidak lulus. 

Selain itu STA juga belajar bahasa umum, kebudayaan Asia dan filsafat pada Sekolah Tinggi Kesusastraan. 

Di Balai Pustaka, ia pernah menjabat sebagai Redaktur majalah Panji Pustaka. Adapun karya-karyanya adalah Tak Putus dirundung Malam (roman), Anak Perawan di Sarang Penyamun (roman), Tebaran Mega (kumpulan puisi) dan lainnya.


2. Sanusi Pane
Pic by Wikipedia

Sanusi Pane ini lahir pada 14 November 1905 di Muara Sipongi, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Beliau juga termasuk Sastrawan angkatan Pujangga Baru. Pernah mengenyam pendidikan di MULO, Kweekscoolh, Gunung Sari, HIK, Bandung.

Ia pernah ke India untuk belajar ilmu agama Hindu. Dia juga pernah memegang redaksi majalah Timbul dan setahun kemudian menjadi Kepala Perguruan Rakyat di Bandung. Sanusi juga aktif di dunia jurnalistik. Karya-karnyanya adalah Pancaran Cinta (prosa berirama), Puspa Mega (kumpulan sajak), Madah Kelana(kumpulan sajak).

3. Amir Hamzah

Pic by Wikipedia

Saya suka banget sama sajak-sajaknya. Dan ternyata beliau juga termasuk Sastrawan kelahiran Sumatera Utara. Lebih tepatnya pada tanggal 29 februari 1911 di Binjai (Langkat), tetangganya Medan. Siapa ini satu kampung sama beliau? 

Tokoh yang mendapat julukan Raja Penyair Pujangga Baru ini, ternyata anak dari bendahara Paduka Raja (Waki Sultan, kemenakan dan menantu sultan Langkat). Gelarnya itu Pangeran Indera Putra. Keren, kan?

Menyelesaikan pendidikan di HIS, MULO Medan dan Jakarta, AMSA/I DI Sala. Sekolah Tinggi Kehakiman, Tapi tidak tamat karena harus segera menikah. Mungkin karena masih ada garis keturunan Sultan, ya. Jadi harus manut saja kalau disuruh menikah dan rela tidak tamat. Gelar Pangeran lagi.

Sudah tahu belum karya-karyanya? Ini dia, Buah Rindu (kumpulan sajak), Nyanyian Sunyi (kumpulan sajak), Setanggi Timur (kumpulan sajak), Begawat Gita (prosa terjemahan).

4. Armijn Pane

Pic by Wikipedia

Yang keempat ada Armijn Pane. Lahir di Muara Sipongi, Mandailing Natal Sumatera Utara pada tanggal 18 Agustus 1908. 

Beliau pernah sekolah dokter di STOVIA di Jakarta dan pindah ke sekolah dokter di Nias namun lagi-lagi tidak tamat. 

Beliau pernah jadi guru sejarah di Sekolah Kebangsaan di Jakarta dan Kediri. Karya-kryanya adalah Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak), Belenggu (roman), Kisah antara Manusia (roman), dan Habis Gelap Terbitlah Terang (terjemahan surat R.A Kartini).

5. Chairil Anwar

Pic by Wikipedia

Ya Abang kita yang satu ini. Yang tak pernah kita temui foto tuanya karena di umurnya yang masih cukup muda sekitar 27 tahun, ia telah meninggal dunia. 

Beliau adalah sastrawan angkatan 45 yang ternyata berasal dari Medan, Sumatera Utara. 

Ia lahir pada tanggal 22 Juli 1922. Beliau mengenyam pendidikan dasarnya di sekolah dasar pada masa Belanda di Neutrale Hollands Inlandsche School (HIS) di Medan. Meneruskan di MULO juga di Medan dan tidak tamat juga. Namun, kemudian setelah perceraian orangtuanya, Chairil dan Ibunya pergi menetap di Jakarta.

Tahu, gak? Hal yang paling menyedihkan bagi dia adalah ketika momen di mana sang ayah meninggal di tembak Belanda ketika aksi Polisionil Belanda di Rengat dan tiga bulan kemudian, akhirnya Chairil meninggal di Jakarta. 

Beliau sempat menikah dan dikaruniai satu anak walau  akhirnya bercerai. Katanya setelah perceraian itulah, kesehatannya menurun dan terkena sakit paru-paru, hingga ajal pun menjemput. 

Karya-karya sangat melegenda dan begitu terkenal seperti Deru Campur Debu, Kerikil Tajam, Aku ini Binatang Jalang, Derai-Derai Cemara dan lainnya.

Masih ada beberapa lagi, seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Iwan Simatupang dan lainnya. Kamu, kira-kira tahu gak kenapa banyak Sastrawan hebat Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara?

Atau kira-kira ada yang tahu lagi gak nama selain mereka diatas yang juga berasal dari Sumatera Utara?

Seharusnya ini bisa dijadikan contoh atau teladan bagi kita untuk melanjutkan  semangat dan perjuangan mereka yang begitu sangat mencintai sastra, ya. 

Postingan populer dari blog ini

[SEDIH] AKU KEHILANGAN IDE

PERNAH MENGALAMINYA? Sebagian atau bahkan keseluruhan dari kita manusia di dunia ini mungkin atau pasti pernah mengalami rasa kehilangan.  Kehilangan seseorang yang kita cintai, kehilangan ingatan manis tentang mantan, eeakk , bahkan sampai kehilangan uang yang membuat galau setengah gila. Pernah kan? Seperti apa rasanya?  Puisi saya yang kependekan di atas bisa mewakilinya tidak? Atau bahkan jauh lebih dan lebih menggilakan dari puisi itu? Mungkin hanya kalian sendiri yang bisa merasakan seperti apa kegilaannya. Tapi eh tapi, kalau kehilangan yang satu ini, bisa juga membuat kalian merasa galau sampai setengah gila gak? Kehilangan yang sugguh membuat greget dan pengen garuk-garuk tanah sampai jadi lubang kemudian kita nyemplung dan ngubur diri sendiri. ( Ini lebay maksim ahaha) Ide itu selalu muncul di mana-mana. Di sini, di sana, di situ bahkan ketika aku melihat matamu pun aku bisa mendapatkan ide.  Membuat ide berbentuk puisi yang menceritakan ...

CERPEN - TIDAK ADA KEAJAIBAN SEPAGI INI

                     pic by pexels/lisafotios Keajaiban itu datang bersama kelebat angin yang berhembus Keajaiban itu datang seperti cahaya fajar dan senja yang memancar Keajaiban itu menyelip di antara bintang-bintang yang berkelip. ____ Aku baru saja tiba sore hari dan disambut tangis berderai darinya, wanita kesayanganku. Dia memegangi kedua tangan ini sambil menatapku nanar. Menggoncang-goncangkan tubuhku sambil tersedu. “Keajaiban itu ada kan, Dek? Arif pasti sembuh kan? Ya, kan?” Ah, pertanyaan itu. Ternyata dia benar-benar mendengarkan nasihatku kemarin. Keajaiban itu selalu ada, Kak. Dia datang melalui apapun. Arif kuat. Dia pasti sedang berjuang untuk tetap hidup . Sore kemaren aku menguatkannya dengan kata-kata itu dan hari ini dia menagihnya. Seakan akulah yang pantas memberikan keajaiban itu. Bahkan aku tak mampu untuk sekadar menjawab. Mungkin hanya pelukan  yang bisa kuberikan untuk menghangatkan hati ...

Primadona Kuliner Enak dan Murah Saat Ramadhan di Kota Medan

Medan adalah salah satu kota kuliner dengan sejuta rasanya. Percampuran dari banyak suku di Medan membuat cita rasa masakan Medan terasa sangat komplek. Medan juga dikenal dengan kuliner-kulinernya yang murah namun enaknya tidak mau kalah. Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, akan semakin meningkatkan jumlah penjual makanan di sekitaran kota Medan. Lalu apa sih yang menjadi menu andalan murah meriah dan enak selama ramadhan di kota Medan? 1. Anyang Pakis Makanan yang katanya khas Melayu satu ini selalu menjadi dominan salah satu kuliner yang paling banyak dijual. Karena penikmatnya biasanya akan meningkat saat ramadhan. Anyang pakis itu campuran dari sayuran pakis yang biasa tumbuh merambat bebas di hutan, toge rebus dan kelapa parut yang sudah diolah pakai berbagai bumbu mirip seperti olahan urap. Sebenarnya campuran sayur di anyang itu lebih banyak lagi. Tapi nyatanya sudah termodif masyarakat  Medan hingga kini sayuran yang sering dicampur adalah pakis, t...